Selasa, 13 Maret 2012

Burning Passion

Sadarkah Kau, letikan api itu adalah godaan?
Melompat riang, berpendar dengan indah. Kembali pada merahnya yang menyala. Liukan penari kosmos. Gemerlap menggoda. Riak riak kehidupan mengalir dari semburat cahayanya. Begitu kuat dan menyilaukan. Bahkan dari residu abunya pun masih terkecup keberlanjutan. Janji tersembunyi untuk meledak di semesta lain.
Api menjelma Kau.
Dalam percikannya kupandangi dirimu. Geliat dalam tarian api. Menghentak ruang kosong. Bayang tercipta dari rindunya untuk terus memerah. Terliarkan oleh hembusan udara. Tergilakan oleh keberadaan.
Kau dan Aku.
Kau adalah api.
Menyengat membakarku. Hingga lapisanku leleh satu per satu. Lelehannya menambah semarak nyala apimu. Semakin membara dan liar. Lahap keberadaan palsuku. Sementara kugapai buah hasrat yang membara di nyala yang kupuja. Mengenyam panasnya dirimu di dalam tubuhku. Jilatan lidah apimu mengisi diriku. Menetes peluh dari keterbakaran ini. Bara yang rasuki jejaring kalbuku. Sementara rona merah rayapi sosokku. Gelisah oleh panas tak tuntas. Liukan purba yang kita kenali dari percumbuan di batas mimpi. Perlahan memuncak.
Lihatlah!
Tenung api mulai sihir jiwaku.
Kau adalah api.
Geletar geletar api kecil mulai berlompatan di sepanjang nadiku. Imitasi dari api milikmu. Menyebar hangatkan relung jiwaku. Sengatan panasnya tak lagi lukai. Namun justru semakin bakar kehampaan tubuh dingin ini. Percikannya bisikkan satu kata : rindu. Rayuan basah dalam rentang pendek perjumpaan kita. Mantera yang sempat tertunda. Deraikan harap akan perpenuhan.
Hancurkan beku ini!
Terengah dalam pusaran ingin berlaksa laksa. Ejawantah kebutuhan untuk melebur. Perseteruan sejak waktu mulai ternamakan.
Kau adalah api.
dan
Aku menjadi api.
Ketika api milikmu membelit dan melahapku.
Menyatu dalam gairah terbakar berusaha abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar